Masjid Raya Mujahidin

Masjid Raya Mujahidin berdiri megah di pusat Kota Pontianak sejak tahun 1978 ini dan diresmikannya oleh Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo pada hari Selasa, 20 Januari 2015 (29 Rabiul Awal 1436 H).

Gereja Katedral Santo Yoseph

Gereja Katedral Santo Yoseph yang telah berdiri sejak 9 Desember 1909 merupakan gereja tertua di Paroki Keuskupan Agung Pontianak.

Rumah Radakng

Rumah Radakng, itulah sebutan yang pantas untuk rumah adat terbesar di Indonesia bahkan di dunia dengan panjang 138 meter dan tinggi 7 meter sekaligus menjadi yang paling megah di Kalimantan, yang terletak di jalan Sutan Syahrir Kota Baru Pontianak.

Tugu Digulis

Tugu Digulis atau Tugu Bambu Runcing menceritakan perjuangan pemuda Kalimantan meraih kemerdekaan RI.

Keraton Kadriyah Pontianak

Kesultanan Kadriyah Pontianak adalah sebuah kesultanan Melayu yang didirikan pada tahun 1771 oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie.

Saturday, June 20, 2015

Pesona Kulminasi Matahari



Kulminasi merupakan suatu kejadian, dimana matahari tepat berada di garis bujur, tempat kita berdiri, di Tugu Khatulistiwa, yang mempunyai posisi 109 derajat 20' 00" bujur timur ( BT ), kulminasi atas, untuk tanggal 21 - 23 Maret, terjadi pada pukul 11.36 WIB. dan kulminasi atas, untuk tanggal 21 - 23 September, terjadi pada pukul 11.49 WIB.





Pada siang hari terjadi kulminasi atas, yaitu bila pusat matahari benar - benar berada di garis bujur tempat kita berdiri. Sedangkan kulminasi bawah terjadi pada saat pusat matahari berada di garis bujur di balik belahan bumi tempat kita berdiri ( tengah malam ).





Bagikita yang berada di garis Khatulistiwa, matahari akan nampak di atas kepala, bila kulminasi atas, terjadi sekitar tanggal 21 - 23 Maret dan tanggal 21 - 23 September.
sumber disbudparpontianak. 2014.Pesona Kulminasi Matahari. (Online) http://disbudparpontianak.blogspot.com/2014/07/pesona-kulminasi-matahari.html/. Diakses : 20 Juni 2015.

Festival Budaya Bumi Khatulistiwa

Pawai Budaya - Festival Budaya Bumi Khatulistiwa


Kalimantan Barat yang beribukotakan Pontianak memang lekat dengan budayanya. Provinsi yang mayoritas penduduknya adalah suku dayak, suku melayu dan etnis china ini masih memelihara dan sering kali mengadakan upacara adat yang sudah menjadi tradisi juga festival kebudayaan. 

Seperti salah satu festival yang rutin diadakan setiap 2 tahun ini, Festival Budaya Bumi Khatulistiwa selalu menampilkan keunikan, keindahan, kemegahan budaya yang sepertinya mulai luntur ditelan efek globalisasi. 

Festival budaya yang juga mengundang kedutaan tetangga yaitu Malaysia dan Brunei Darussalam selalu diadakan di pusat-pusat keramaian kota Pontianak dan biasanya pembukaan diawali di alun-alun Kapuas, depan Makorem 121/ABW, jalan Rahadi Oesman kota Pontianak.

Festival Budaya Bumi Khatulistiwa sudah 10 kali diadakan hingga tahun 2011. Festival ini biasanya diadakan sekitar akhir tahun, dalam bulan-bulan September – November. Pembukaan acapkali diawali dengan mengumandangkan lagu Indonesia Raya, setelah itu yang sudah seperti sebuah keharusan selalu dilanjutkan pengan pertunjukan tari Gempita Khatulistiwa. 

Tarian ini bak menggabungkan 3 kebudayaan dari Dayak, Melayu dan China. Tarian ini cukup luar biasa, perpaduan gerak dan tari dari ratusan penari daerah yang sudah terlihat profesional selalu mengundang decak kagum para penonton serta tamu undangan. 

Festival ini biasanya diadakan sekitar 3 hari, dirangkai dengan beberapa susunan acara. Ada pawai budaya yang dilakukan mengelilingi sedikit jalan di sekitar alun-alun Kapuas, rute pawai tidak terlalu jauh karena pawai yang dilakukan bukan pawai yang menggunakan mobil hias. 

Pembukaan Festival Budaya Bumi Khatulistiwa
Pawai yang menunjukan tarian dari setiap kota/kabupaten ini dilakukan dengan berjalan kaki dibeberapa ruas jalan raya yang telah ditutup atau di lapangan. Ada juga acara pemilihan bujang dare wisata khatulistiwa, seperti acara pemilihan putra-putri daerah yang mana juaranya nanti akan menjadi wakil Kalimantan Barat dalam beberapa acara nasional. 

Selain itu ada juga parade lagu daerah, parade tari daerah, lomba makanan khas daerah, lomba layang-layang hias, lomba tanjidor, pertunjukan barongsai, lomba merancang busana pengantin dayak, lomba merias pengantin melayu, lomba syair dan pantun, lomba gasing dan menyumpit sebagai tradisi dan keahlian masyarakat Kalimantan Barat.

Seluruh acara tersebut tidak selalu ada dalam rangkaian acara Festival Budaya Bumi Khatulistiwa namun kombinasi rangkaian acaranya tidak jauh dari acara-acara tersebut. Festival seringnya tidak jauh dari stand-stand pameran, begitu juga lah festival ini, sudah 7 kali Festival Budaya Bumi Khatulistiwa ini acaranya di barengi dengan KalBar Expo. 

Acara Kalbar Expo ini digelar di Pontianak Convention Center, di gedung inilah akhir perjalanan dari pawai budaya tadi, para penari yang merupakan perwakilan dari kota/kabupaten di Kalimantan Barat ini melakukan perjalanan pawai sekitar 3 kilometer, perjalanan yang cukup panjang tanpa menggunakan alat transportasi apapun apalagi mereka harus berjalan sambil menari. 

Disepanjang jalan rute pawai sudah disediakan pengamanan yang akan membuat mobil, motor bahkan penonton yang menonton tidak dapat masuk ke jalan raya untuk menghambat jalannya acara, penonton hanya diperbolehkan menyaksikan sampai batas pinggir jalan raya. 

Diakhir perjalanan yaitu PCC, sudah menunggu banyak stand-stand pameran dari segala daerah di KalBar, juga ada beberapa daerah diluar Kalbar yang ikut mengisi stand pameran. Untuk stand-stand yang ada di dalam gedung adalah pameran produksi pemerintah provinsi. 

Sedangkan yang diluar gedung stand-stand perwakilan daerah diisi dengan produk, makanan atau apapun yang khas dari daerah mereka. Di provinsi Kalimantan tercatat ada 14 kabupaten/kota yang antara lain adalah 2 kota yaitu Pontianak dan Singkawang lalu 12 lainnya masih merupakan kabupaten yaitu Bengkayang, Kapuas Hulu, Sintang, Sekadau, Sanggau, Sambas, kab Pontianak, Melawi, Landak, Kubu Raya, Kayong Utara dan Ketapang. 

Jadi setidaknya pasti ada 14 stand yang akan mengisi stand pameran dengan daerah masing-masing. Mereka masing-masing memiliki makanan khas sendiri, corak kain tenun sendiri dan juga kerajinan tangan yang berbeda.

Kemeriahan Festival Budaya Bumi Khatulistiwa ini cukup menyita banyak perhatian sehingga membuat acara ini selalu ramai dan dipadati pengunjung. Tidak ada tanggal pasti dalam pagelaran acara ini, namun biasaya festival diadakan di akhir tahun sekitar bulan September – November tergantung kesiapan panitia. 

Terkadang festival ini diadakan bertepatan dengan tanggal titik kulminasi yang terjadi di tugu khatulistiwa, yaitu tanggal dimana matahari berada ‘tepat’ diatas kepala kita yang menyebabkan tidak ada bayangan benda disekitar titik kulminasi tersebut. 

Dalam acara festival biasanya penjual-penjual yang tidak ‘resmi’ akan menjual barang/jasa yang dijualnya dengan harga yang lebih tinggi karena memanfaatkan moment dan lokasi jual mereka, misalnya parkir atau penjual-penjual minuman dan makanan ringan keliling, jadi berhati-hatilah jika akan membeli sesuatu.

Menemukan festival ini tentunya kita harus tahu terlebih dahulu kapan tepatnya acara festival akan berlangsung, kita dapat mencari informasinya dari iklan-iklan yang ada diberbagai media atau juga bisa menanyakan langsung via telepon ke dinas pariwisata Kalimantan Barat dengan nomer telepon 0561-742838 atau juga bisa mencari info lewat kenalan-kenalan yang ada di Pontianak. 

Hingga Festival Budaya Bumi Khatulistiwa yang ke-10, acara masih dapat dinikmati oleh masyarakat umum secara gratis kecuali jika ingin mendaftar menjadi peserta lomba maupun akan membeli beberapa barang di expo. Juga masih diadakan rutin berkala setiap 2 tahun pada tahun-tahun ganjil, 2011, 2009, 2007, dst. 

Meskipun ramai dipadati pengunjung namun keramaiannya tidak sampai membuat seluruh penginapan di kota Pontianak menjadi penuh, sehingga tidak begitu memerlukan persiapan yang matang. 

Pembukaan biasanya dilakukan di alun-alun Kapuas yang sangat mudah ditemukan karena cukup menjadi pusat kota Pontianak, untuk mencapainya dapat menggunakan angkutan umum maupun kendaraan pribadi, bagi wisatawan rombongan yang datang dari jauh dan tidak membawa kendaraan pribadi dapat menyewa mobil dengan harga mulai dari Rp 250.000 menyesuaikan kapasitas penumpang dan fasilitas yang disediakan. 

Jika anda menghadiri Pontianak disarankan mengunjungi juga tugu khatulistiwa yang hanya ada 1 di Indonesia. Dan sebelum pulang ke daerah asal bisa mencicipi dan membeli oleh-oleh di jalan Pattimura. So, enjoy your traveling.

*harga sewaktu-waktu dapat berubah.
sumber NN. 2014. Festival Budaya Bumi Khatulistiwa. (Online) http://jalan2.com/city/pontianak/festival-budaya-bumi-khatulistiwa/. Diakses : 20 Juni 2015.

Perayaan Cap Go Meh



Indonesia memiliki berbagai acara dari berbagai suku dan budaya yang tersebar di seluruh bumi Nusantara ini, dan acara tersebut merupakan acara rutin yang dilakukan tiap tahunnya, acara tersebut merupakan acara yang sudah terselenggara ribuan tahun lamanya dan terus bertahan serta dilestarikan oleh beberapa generasi penerusnya.

Perayaan tersebut dapat mengandung arti untuk menyambut tamu ataupun perayaan ucapan syukur. Salah satu perayaan di salah satu suku di Indonesia adalah perayaan Imlek yang dirayakan oleh warga Tiong Hoa di Indonesia.

Warga Tiong Hoa tersebar di beberapa pulau di Indonesia dan merayakan perayaan imlek ini tiap tahunnya dengan perayaan masing-masing yang berbeda.

Banyak kota-kota di seluruh Indonesia yang ditinggali oleh warga keturunan Tionghoa dan merayakan perayaan imlek tiap tahunnya dan salah satu kota tersebut adalah kota Pontianak yang terletak di provinsi Kalimantan Barat.

Perayaan Imlek di kota Pontianak meriah, karena masyarakat Tiong Hoa di kota Pontianak cukup banyak. Perayaan Imlek di kota Pontianak tidak hanya dirayakan oleh etnis Tiong Hoa saja namun penduduk pribumi pun juga ikut merayakannya, terlihat rasa solidaritas dan kekeluargaan di kota Pontianak ini.

Persiapan – persiapan sudah dilakukan oleh warga keturunan Tiong Hoa bila akan menyambut imlek, salah satunya adalah ritual cuci rumah, yang dilakukan seminggu sebelum perayaan imlek tiba, mereka melakukannya dengan bergotong royong membersihkan rumah dan sekitarnya.

Selain itu persiapannya lainnya adalah dengan menyajikan berbagai aneka buah di atas meja di rumah masing-masing warga keturunan Tiong Hoa. Jalan-jalan utama akan dipenuhi oleh berbagai arak-arakan ala tiongkok dan dirayakan dengan sangat meriah.

Di beberapa penginapan pun di dalam kota Pontianak juga tidak kalah dengan atribut imlek yang dipasang di lobby-loby hotel yang ikut serta menyemarakkan imlek, dan di beberapa jalan akan digantung lampion-lampion khas imlek yang berwarna merah berpadu warna kuning keemasan.

Pengunjung dapat ikut serta dan larut dalam perayaan ini karena dibeberapa tempat yang ada di pontianak disajikan beberapa menu khas tingkok yang sangat enak untuk dinikmati, harganya pun terjangkau dan berkisar antara Rp. 25.000 – Rp. 100.000 untuk makanan yang jarang dinikmati sehari-harinya.

Bagi para pengunjung bila ingin mengunjungi kota Pontianak akan lebih baik bila berkunjung atau berangkat dari kota anda ke kota ini seminggu atau 4 hari menjelang imlek karena pada saat imlek penginapan atau hotel akan naik tarifnya yang semula permalamnya seharga Rp 300.000 dapat menjadi Rp. 400.000 – Rp. 500.000 per malamnya.

Pengunjung juga dapat membeli souvenir atau cinderamata khas imlek di beberapa toko yang menjual pernak-pernik musiman seperti perayaan imlek ini ada yang impor dan ada pula yang buatan lokal.


Untuk barang impor tentu saja harganya akan lebih mahal dari harga barang lokal namun harga terebut dapat ditawar dengan sang penjual jadi untuk para pengunjung tidak perlu kuatir tidak akan mendapatkan cinderamata atau souvenir khas imlek karena akan sangat banyak dijual pada perayaan imlek di kota Pontianak ini.

Perayaan Imlek akan berakhir pada hari ke-15 dengan diadakannya perayaan Cap Go Meh. Cap Go Meh berasal dari kata Cap = sepuluh, Go = Lima, Meh = Malam, yang mempunyai arti perayaan yang berlangsung selama 15 hari.

Cap Go Meh ditandai dengan arak-arakan para Tatung menuju vihara, perayaan semacam ini dilakukan secara turun temurun sejak 200 tahun yang lalu. Arak-arakan Tatung akan mengelilingi kota sembari menggunakan tandu yang memiliki alas paku yang tajam.

Tatung biasanya akan mememarkan kekebalan tubuhnya dengan menusul mulut atau hidup dengan pisau yang tajam ataupun paku. Tatung sendiri adalah orang yang melakukan atraksi diatas tandu, atraksi tersebut adalah atraksi kekebalan.

Tatung yang melakukan atraksi tersebut tidak hanya berasal dari kota Singkawang melainkan dari berbagai daerah di Kalimantan Barat dan beberapa dari Pulau Jawa.

Sebelum Tatung melakukan atraksi kekebalan, pada hari ke -14 sehari sebelum perayaan Cap Go Meh berlangsung, Tatung menjalankan ritual tanda penghormatan yaitu dengan mengelilingi kota, mengunjungi setiap vihara dan berada di beberapa sudut kota, hal ini dimaksudkan untuk membersihkan kampung dari segala jenis bala atau penyakit.

Perayaan Cap Go Meh juga dirayakan dengan berbagai atraksi lainnya selain atraksi para Tatung, yaitu seperti menampilkan naga yang sangat panjang ataupun menampilkan tarian-tarian khas budaya tiongkok yang dipadukan dengan berbagai perhiasan ataupun baju khas dari daratan China dengan mayoritas warna merah berlapis warna kuning keemasan.

Bagi Para pengunjung atraksi ini dapat diabadikan dengan kamera, pada biasanya kita dapat melihat atraksi menarik ini pada saat Tatung melakukan atraksi kekebalan di jalanan kota Singkawang. Atraksi budaya ini juga membuat memperkaya bangsa Indonesia akan budaya yang terus berlangsung secara turun temurun.

Dengan adanya perayaan Imlek dan Cap Go Meh membuat wisatawan yang berkunjung di kota ini memperoleh sesuatu yang berharga yaitu selain dapat menikmati hidangan ala China juga dapat menikmati budaya yang berumur 200 tahun (Cap Go Meh).

Ikutlah serta untuk menikmati perayaan Imlek bila anda para traveler mengunjungi kota Pontianak pada saat perayaan Imlek sedang dilangsungkan dan nikmati suasana imlek yang berbeda dengan kota-kota lainnya di kota Pontianak ini.


sumber NN. 2015. Perayaan Imlek di Kota Pontianak. (Online) http://jalan2.com/city/pontianak/perayaan-imlek-di-kota-pontianak/. Diakses : 20 Juni 2015.

Festival Meriam Karbit

Festival Meriam Karbit di Taman Alun-Alun Kapuas
Seni permainan rakyat yang spektakuler olah masyarakat di sekitar Jembatan Sungai Kapuas Kota Pontianak menjelang malam lebaran Idul Fitri dan salah satu acara dalam menyambut acara Hari Ulang Tahun Pontianak.Dentuman dasyat festifal suara meriam dari dua sisi pinggriran sungau kapuas menjadi kebanggan pengunjung sebagai tanda berakhirnya masa Bulan Puasa.

Alkisah menurut sebagian para ahli sejarah, raja pertama Pontianak Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie ketika membuka lahan untuk bertempat tinggal di Pontianak sempat diganggu hantu - hantu. lalu Sultan kemudian memerintahkan pasukannya mengusir hantu - hantu itu dengan meriam. Pontianak sebenarnya adalah sebuah kota yang memiliki hantu Kuntilanak. karena pada dasarnya Pontianak berasal dari kata Bunting dan Anak, atau dalam bahasa malaysianya adalah Buntinganak. Ketika di zaman orde baru, perayaan meriam karbit dilarang dan baru kembali diadakan setelah era orde baru.

sumber NN. 2014. Festival Meriam Karbit. (Online) http://disbudparpontianak.blogspot.com/2014/07/festival-meriam-karbit.html/. Diakses : 20 Juni 2015.

Pekan Gawai Dayak

Pembukaan Pekan Gawai Dayak

Kalimantan Barat yang beribukotakan Pontianak memang masih sangat kental dengan adat budayanya. Hingga kini festival budaya yang sering disebut Pekan Gawai Dayak masih diadakan setiap tahun di kota Pontianak dan kini waktu pelaksanaannya ditetapkan pada tanggal 20 Mei tiap tahunnya. Acara yang menyentuh tiap sudut keramaian kota Pontianak ini pun kian ramai dari tahun ke tahun.


Pekan Gawai Dayak adalah festival budaya yang biasanya dilaksanakan selama beberapa hari. Dalam Pekan Gawai Dayak ini mencakup beragam rangkaian acara yang biasanya dibuka dengan upacara adat suku Dayak, kemudian dilanjutkan dengan berbagai acara meriah seperti pawai keliling Pontianak, pentas seni kesenian tradisional, seminar, perlombaan olahraga bahkan perlombaan permainan daerah. 


Semua dapat dinikmati oleh masyarakat umum yang biasanya peserta berasal dari sekitaran Pontianak, sedangkan para penontonnya sangatlah beragam dari Pontianak dan banyak dari luar Pontianak seperti masyarakat Singkawang dan Ketapang juga rela datang jauh-jauh untuk menikmati pesta rakyat ini. 


Wisatawan asing pun juga mulai bermunculan untuk melihat runtutan acara yang ada. Festival Pekan Gawai Dayak memang sudah turun-temurun dilakukan oleh para nenek moyang, awalnya tradisi ini bertujuan untuk mengucap syukur kepada arwah leluhur atas hasil panen yang melimpah (biasanya musim panen dilakukan awal Mei), masyarakat suku Dayak juga bersama-sama berdoa untuk memohon bantuan para leluhur untuk menjaga tanaman mereka juga memohon kesuksesan panen di musim datang. 


Namun beberapa tahun belakangan lalu tradisi adat ini mulai dilirik pemerintah dan pemerintah memutuskan untuk adat tradisi ini dijadikan sebagai Festival Pekan Gawai Dayak. 

Rinto dan Elsa Budara Gawai Dayak 2015


Pemerintah melihat potensi budaya ini harus selalu diangkat supaya budaya tidak luntur disamping itu juga sambil memperkenalkan budaya Dayak pada masyarakat luas dengan niat baik tersebut pemerintah daerah juga pastinya akan mendapat keuntungan sekaligus dalam bidang ekonomi dan pariwisata. 


Masyarakat daerah Pontianak yang ikut berjualan juga tidak luput kebagian keuntungan dari maraknya perta rakyat ini. Sebelum pesta rakyat, Pekan Gawai Dayak selalu diawali dengan upacara adat, namanya ngampar bide atau bisa diartikan belampar tikar, upacara adat inilah dimana masyarakat memanjatkan doa kepada Tuhan dan para leluhur. 


Upacara ini dipimpin oleh beberapa panyangahat yang adalah orang yang memang dituakan dan sudah dipercaya untuk memimpin upacara ini, dari tahun-ketahun upacara ini selalu dilakukan di rumah Betang di jalan Sutoyo kota Pontianak. 


Dalam upacara yang terbagi menjadi tiga urutan tata cara ini memiliki beberapa makanan yang biasanya disajikan, antara lain ada satu ekor ayam, beras, potongan babi, telur dan beberapa makanan lainnya. 


Upacara dimulai dengan upacara adat bapipis, prosesi ini seperti sebuah pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan tahap kedua yaitu upacara dipantak atau panyugu, di saat inilah para pemimpin upacara adat akan memanjatkan doa kepada Tuhan dan para leluhur supaya segala acara berjalan dengan lancar. 


Yang ketiga adalah upacara adat nyahaten masak yang merupakan acara memasak ayam yang akan dimasak ramai-ramai dan dinikmati beramai-ramai, bagian ini seperti puncak pada upacara Ngampar Bide. 


Setelah upacara ini selesai mulai lah rangkaian acara pesta rakyat, setiap tahun belakangan ini acara pawai mobil hias pasti selalu ada, mobil saling berarak-arakan berkeliling mengelilingi kota melewati jalan ahmad yani, jalan veteran, jalan gajah mada, jalan tanjung pura dan sekitarnya. 


Biasanya keindahan dan kreativitas akan dilombakan, namun disamping ingin menjadi juara, menjadi peserta yang ikut dalam rombongan arak-arakan sudah menjadi kenikmatan dan kebanggan tersendiri bagi para peserta. 


Selain itu yang menjadi acara wajib juga adalah pameran budaya, mereka berjajar-berderet memanjang di jalan sutoyo sampai menyebabkan jalan sutoyo beralih menjadi jalan searah karena salah satu sisinya dipadati stand pameran, sayang stand makanan tidak boleh ‘bertengger’ dijalan ini sehingga mereka harus berjualan sedikit lebih menjauhi jalan sutoyo.


Setelah itu juga ada lomba-lomba yang simple namun sangat menarik untuk diikuti dan rasanya sangat asik untuk menjalin keakraban, lomba-lomba kecil tersebut antara lain lomba main engrang, main gasing, lomba menyumpit, bagi ibu-ibu dan yang perempuan ada lomba merangkai manik-manik juga lomba memasak. 


Bagi yang mau lebih seru ada lomba menangkap babi yang pastinya akan kotor dan cukup sulit, namun pasti seru. Festival ini juga selalu menampilkan tarian-tarian daerah dayak yang memang sudah terkenal indah sampai keluar Kalimantan.


Festival ini rutin dilaksanakan tiap tahun pada bulan Mei yang belakangan ini selalu dimulai pada tanggal 20 Mei, bertepatan dengan hari kebangkitan nasional. Hal ini beranggapan supaya Kalimantan Barat juga ikut bangkit dari hal-hal buruk seperti keterpurukan, kemiskinan dan kebodohan karena kurangnya sarana pendidikan yang masuk sampai pelosok. 


Dalam festival yang berlangsung di bulan Mei ini, kota Pontianak akan menjadi lebih ramai dari biasanya karena banyak wisatawan baik dari sekitar Kalimantan Barat maupun dari luar akan ramai-ramai berkunjung untuk melihatnya. 


Jika ingin berkunjung sebaiknya sedikit persiapkan kedatangan anda dengan mempersiapkan uang lebih, karena beberapa hal akan mengalami kenaikan harga. Seperti penginapan atau bahkan makanan yang lokasi jualnya berdekatan dengan pusat festival. 


Sebaiknya pesan beberapa hari sebelumnya untuk penginapan anda, semoga saja dapat harga lebih murah. Atau paling tidak anda sudah dapat penginapan.


Jalan Sutoyo yang merupakan pusat awal festival Pekan Gawai Dayak mudah ditemukan di kota Pontianak. Dari titik nol kota Pontianak, jalan Sutoyo tidak lebih dari 5 kilometer. Cukup sangat dekat, dan pastinya akan mudah ditemukan terbantu dengan keramaian yang ada. 


Jika dari bandara, anda cukup melakukan perjalanan darat sejauh 15 kilometer ke arah barat laut. Untuk berkunjung ke Pontianak di bulan Mei sebaiknya sedikit lakukan persiapan yang cukup. Sempatkan juga untuk membeli beberapa makanan khas Pontianak seperti bubur pedas, kue bingke, sotong, beberapa olahan kepiting, olahan lidah buaya, chai kwe dan masih banyak makanan unik enak yang lain. 


Jika anda akan kembali kekota anda mungkin bagi yang ingin membawa oleh-oleh bisa membelinya di jalan Pattimura yang sudah cukup terkenal sebagai pusat oleh-oleh di Pontianak. So, enjoy your traveling.

sumber NN. 2015. Pekan Gawai Dayak. (Online) http://jalan2.com/city/pontianak/pekan-gawai-dayak/. Diakses : 20 Juni 2015.