Masjid Raya Mujahidin

Masjid Raya Mujahidin berdiri megah di pusat Kota Pontianak sejak tahun 1978 ini dan diresmikannya oleh Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo pada hari Selasa, 20 Januari 2015 (29 Rabiul Awal 1436 H).

Gereja Katedral Santo Yoseph

Gereja Katedral Santo Yoseph yang telah berdiri sejak 9 Desember 1909 merupakan gereja tertua di Paroki Keuskupan Agung Pontianak.

Rumah Radakng

Rumah Radakng, itulah sebutan yang pantas untuk rumah adat terbesar di Indonesia bahkan di dunia dengan panjang 138 meter dan tinggi 7 meter sekaligus menjadi yang paling megah di Kalimantan, yang terletak di jalan Sutan Syahrir Kota Baru Pontianak.

Tugu Digulis

Tugu Digulis atau Tugu Bambu Runcing menceritakan perjuangan pemuda Kalimantan meraih kemerdekaan RI.

Keraton Kadriyah Pontianak

Kesultanan Kadriyah Pontianak adalah sebuah kesultanan Melayu yang didirikan pada tahun 1771 oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie.

Sunday, June 21, 2015

Aloe Vera Center

Address : Jln. Budi Utomo No. 29 Siantan Hulu, Pontianak

Aloe Vera Center – Aloe Vera atau yang lebih dikenal dengan nama Lidah Buaya, bukankah nama itu sangat familiar ditelinga kita? Mungkinkah akan terdengar seperti sebuah tempat yang berupa pusat perawatan kecantikan yang semua bahannya terbuat dari tanaman lidah buaya alami? Kalau yang seperti itu sudah biasa, di sini di kota Pontianak ini anda akan menemukan suatu tempat yang luar biasa, kenapa? Hal ini dikarenakan di kota Pontianak ini terdapat suatu tempat pembudidayaan tanaman Lidah buaya yang sangat besar, tidak hanya lahannya saja yang besar, tanaman Lidah buaya atau Aloe Veranya sendiri sangat besar-besar, tidak seperti tanaman Lidah buaya yang sering anda temui di rumah-rumah penduduk. Nah, bayangkan kalau tanamannya saja sudah 2 kali lipat dari tanaman lidah buaya biasa, tentu saja kandungan nutrisinya juga lebih banyak.

Lokasi dan Akomodasi

Kawasan agro wisata yang dikenal dengan nama Aloe Vera Center ini tidak terlalu jauh dari Pusat kota Pontianak, tepatnya di Jalan Budi Utomo, Siantan Hulu, Pontianak Utara, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), lokasinya juga hanya berjarak kurang lebih sekitar 8,5 kilo meter dari pusat kota Pontianak. Untuk menuju ke lokasi Aloe Vera Center ini, anda bisa menggunakan transportasi apa saja yang anda inginkan.

Jika anda ingin menggunakan kendaraan pribadi anda, tentu anda bisa menggunakannya, karena lokasinya berada di pinggir jalan raya, akan tetapi jika anda lebih suka untuk menggunakan kendaraan umum, maka anda tidak perlu khawatir, karena dikota Pontianak ini tersedia Trayek angkutan kota (angkot) yang siap mengantar anda sesuai dengan tujuan anda, yang pasti juga sesuai rute mereka. 

Jika anda menggunakan kendaraan sendiri, jika di ambil titik start awal dari pusat kota Pontianak, yaitu dari terminal Kapuas di sekitaran jalan Tanjung Pura, jika sudah bertemu dengan persimpangan jalan veteran dan jalan perintis kemerdekaan, anda bisa mengambil arah di sebelah kanan menuju jalan Perintis Kemerdekaan, lurus terus hingga anda menyebrangijematan Kapuas dan sampai di simpang empat lamu merah, belok ke kiri di belokkan kedua menuju jalan Sultan Hamid, setelah bertemu dengan jalan Sultan Hamid anda terus saja ikuti jalan hingga mentok dan belok ke arah kiri dan sampailah anda di Jalan Budi Utomo, perhatikan kanan dan kiri anda hingga menemukan gerbang bernama Aloe Vera Center, jika anda sedikit tersesat untuk menemukan Jalan-jalan tersebut anda bisa bertanya-tanya kepada warga sekitar, atau melihat dari GPS anda.

Lalu opsi lain, jika anda menggunakan kendaraan umum, anda bisa menggunakan angkutan kota (angkot) yang berwarna putih dengan rute atau jurusan Siantan Hilir, angkot ini berangkat dari terminal Kapuas dan akan langsung sampai di Aloe Vera Center tersebut, karena rutenya memang melewati daerah jalan Budi Utomo.

Ongkos angkutan umum (angkot) dan bus kota yang harus anda keluarkan untuk menuju ke lokasi Aloe Vera Center ini juga tidak berbeda, semuanya sama saja, yaitu cukup membayar Rp 2.500,- per orangnya. Selain menggunakan kendaraan umum, anda juga bisa menggunakan taksi, untuk harganya tentu saja berdasarkan perhitungan argometer taksi tersebut, dengan seberapa jauh jarak anda dengan lokasi tujuan anda.

Wisata

Kota Pontianak memang memiliki struktur tanah gambut, hal ini juga yang mendukung suburnya pertumbuhan tanaman lidah buaya sehingga terbentuklah tempat agro wisata bernamakan pusat tanaman lidah buaya yang terkenal di kalangan anak muda hingga orang dewasa di kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat ini. 

Lidah buaya sendiri merupakan sebuah tumbuhan yang sudah sangat terkenal dan sering dimanfaatkan sarinya sejak beberapa abad yang lalu untuk berbagai macam kegunaan. Kurang lebih sudah sekitar sejak 4.000 tahun yang lalu tanaman lidah buaya ini terkenal akan nutrisinya, bahkan di Yunani katanya tanaman yang satu ini sering digunakan sebagai obat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, di daerah Cina pun tanaman ini sangat di agung-agungkan karena dianggap tanaman suci, tentu saja harganya juga sangat mahal.

Pusat pembudidayaan tanaman yang aslinya berasal dari kepulauan Canari, Kawasan Afrika Utara ini telah resmi didirikan di kota pontianak pada tahun 2002 yang lalu, Pusat pembudidayaan tanaman lidah buaya ini juga berada di bawah pengawasan manajemen Pemerintah Kota Pontianak, tempat ini juga di bangun berdasarkan hasil dari kerja sama antara Pemerintah Kota Pontianak dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Kalimantan Barat, serta pasrtisipasi dari pihak BPPT Serpong, maka dari itulah tepat pembudidayaan tanaman lidah buaya atau aloe vera Center ini berjalan sangat pesat dan berhasil meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Pontianak atas kontribusi yang telah diberikannya.

Di kawasan Aloe vera Center ini kita bisa mencicipi dan bisa melihat sendiri bagaimana tanaman Aloe vera tersebut diolah menjadi tepung dan bermacam-macam jenis makanan khas seperti dodol Pontianak, Minuman sari Lidah buaya, dan berbagai macam jenis kuliner khas lainnya. Anda bisa mencicipi makanan hasil olahan tersebut ataupun menjadikannya sebagai oleh-oleh bagi orang dirumah.

Tanaman Aloe vera ini sangat baik untuk kesehatan anda, karena nutrisi dan vitamin yang terkandung didalam tanaman tersebut bermanfaat untuk mencegah berbagai jenis penyakit, khasiat lain dari tanaman ini adalah untuk menjaga kebugaran seksual anda, jadi anda akan selalu merasa segar dan fit, Manfaat lainya pasti anda semua sudah tahu, ya untuk perawat kulit dan kosmetik, bahan alami dari tanaman Aloe vera ini sangat cocok bag kulit anda yang sensitive karena disini pengolahannya alami tidak menggunakan bahan kimia berbahaya.

Tips

1. Sangat cocok jika mengejak anak atau keluarga untuk mengunjungi Aloe Vera Center ini, selain anda bisa menyaksikan bagaimana pembudidayaan tanaman lidah buaya anda juga bisa mengetahui kandungan apa saja yang dimilik oleh tanaman lidah buaya ini.

2. Jangan lupa untuk membeli oleh-oleh yang berbahan dasar asli sari tanaman Lidah buaya ini, selain menyehatkan, makanan ini juga sangat lezat, tidak kalah sama makanan lainnya.

Penasaran dengan ukuran lidah buaya di Aloe Vera Center ini? Jadi kenapa anda tidak mencoba berkunjung langsung, ajak teman-teman anda untuk datang, siapa tau anda mendapat bingkisan perawatan wajah hasil olahan Aloe Vera asli Potianak ini, jadi tunggu apa lagi dan sempatkan liburan anda menuju Aloe Vera Center ini.


sumber NN. 2014. Aloe Vera Center . (Online) http://jalan2.com/city/pontianak/aloe-vera-center/. Diakses : 21 Juni 2015.

Saturday, June 20, 2015

Pesona Kulminasi Matahari



Kulminasi merupakan suatu kejadian, dimana matahari tepat berada di garis bujur, tempat kita berdiri, di Tugu Khatulistiwa, yang mempunyai posisi 109 derajat 20' 00" bujur timur ( BT ), kulminasi atas, untuk tanggal 21 - 23 Maret, terjadi pada pukul 11.36 WIB. dan kulminasi atas, untuk tanggal 21 - 23 September, terjadi pada pukul 11.49 WIB.





Pada siang hari terjadi kulminasi atas, yaitu bila pusat matahari benar - benar berada di garis bujur tempat kita berdiri. Sedangkan kulminasi bawah terjadi pada saat pusat matahari berada di garis bujur di balik belahan bumi tempat kita berdiri ( tengah malam ).





Bagikita yang berada di garis Khatulistiwa, matahari akan nampak di atas kepala, bila kulminasi atas, terjadi sekitar tanggal 21 - 23 Maret dan tanggal 21 - 23 September.
sumber disbudparpontianak. 2014.Pesona Kulminasi Matahari. (Online) http://disbudparpontianak.blogspot.com/2014/07/pesona-kulminasi-matahari.html/. Diakses : 20 Juni 2015.

Festival Budaya Bumi Khatulistiwa

Pawai Budaya - Festival Budaya Bumi Khatulistiwa


Kalimantan Barat yang beribukotakan Pontianak memang lekat dengan budayanya. Provinsi yang mayoritas penduduknya adalah suku dayak, suku melayu dan etnis china ini masih memelihara dan sering kali mengadakan upacara adat yang sudah menjadi tradisi juga festival kebudayaan. 

Seperti salah satu festival yang rutin diadakan setiap 2 tahun ini, Festival Budaya Bumi Khatulistiwa selalu menampilkan keunikan, keindahan, kemegahan budaya yang sepertinya mulai luntur ditelan efek globalisasi. 

Festival budaya yang juga mengundang kedutaan tetangga yaitu Malaysia dan Brunei Darussalam selalu diadakan di pusat-pusat keramaian kota Pontianak dan biasanya pembukaan diawali di alun-alun Kapuas, depan Makorem 121/ABW, jalan Rahadi Oesman kota Pontianak.

Festival Budaya Bumi Khatulistiwa sudah 10 kali diadakan hingga tahun 2011. Festival ini biasanya diadakan sekitar akhir tahun, dalam bulan-bulan September – November. Pembukaan acapkali diawali dengan mengumandangkan lagu Indonesia Raya, setelah itu yang sudah seperti sebuah keharusan selalu dilanjutkan pengan pertunjukan tari Gempita Khatulistiwa. 

Tarian ini bak menggabungkan 3 kebudayaan dari Dayak, Melayu dan China. Tarian ini cukup luar biasa, perpaduan gerak dan tari dari ratusan penari daerah yang sudah terlihat profesional selalu mengundang decak kagum para penonton serta tamu undangan. 

Festival ini biasanya diadakan sekitar 3 hari, dirangkai dengan beberapa susunan acara. Ada pawai budaya yang dilakukan mengelilingi sedikit jalan di sekitar alun-alun Kapuas, rute pawai tidak terlalu jauh karena pawai yang dilakukan bukan pawai yang menggunakan mobil hias. 

Pembukaan Festival Budaya Bumi Khatulistiwa
Pawai yang menunjukan tarian dari setiap kota/kabupaten ini dilakukan dengan berjalan kaki dibeberapa ruas jalan raya yang telah ditutup atau di lapangan. Ada juga acara pemilihan bujang dare wisata khatulistiwa, seperti acara pemilihan putra-putri daerah yang mana juaranya nanti akan menjadi wakil Kalimantan Barat dalam beberapa acara nasional. 

Selain itu ada juga parade lagu daerah, parade tari daerah, lomba makanan khas daerah, lomba layang-layang hias, lomba tanjidor, pertunjukan barongsai, lomba merancang busana pengantin dayak, lomba merias pengantin melayu, lomba syair dan pantun, lomba gasing dan menyumpit sebagai tradisi dan keahlian masyarakat Kalimantan Barat.

Seluruh acara tersebut tidak selalu ada dalam rangkaian acara Festival Budaya Bumi Khatulistiwa namun kombinasi rangkaian acaranya tidak jauh dari acara-acara tersebut. Festival seringnya tidak jauh dari stand-stand pameran, begitu juga lah festival ini, sudah 7 kali Festival Budaya Bumi Khatulistiwa ini acaranya di barengi dengan KalBar Expo. 

Acara Kalbar Expo ini digelar di Pontianak Convention Center, di gedung inilah akhir perjalanan dari pawai budaya tadi, para penari yang merupakan perwakilan dari kota/kabupaten di Kalimantan Barat ini melakukan perjalanan pawai sekitar 3 kilometer, perjalanan yang cukup panjang tanpa menggunakan alat transportasi apapun apalagi mereka harus berjalan sambil menari. 

Disepanjang jalan rute pawai sudah disediakan pengamanan yang akan membuat mobil, motor bahkan penonton yang menonton tidak dapat masuk ke jalan raya untuk menghambat jalannya acara, penonton hanya diperbolehkan menyaksikan sampai batas pinggir jalan raya. 

Diakhir perjalanan yaitu PCC, sudah menunggu banyak stand-stand pameran dari segala daerah di KalBar, juga ada beberapa daerah diluar Kalbar yang ikut mengisi stand pameran. Untuk stand-stand yang ada di dalam gedung adalah pameran produksi pemerintah provinsi. 

Sedangkan yang diluar gedung stand-stand perwakilan daerah diisi dengan produk, makanan atau apapun yang khas dari daerah mereka. Di provinsi Kalimantan tercatat ada 14 kabupaten/kota yang antara lain adalah 2 kota yaitu Pontianak dan Singkawang lalu 12 lainnya masih merupakan kabupaten yaitu Bengkayang, Kapuas Hulu, Sintang, Sekadau, Sanggau, Sambas, kab Pontianak, Melawi, Landak, Kubu Raya, Kayong Utara dan Ketapang. 

Jadi setidaknya pasti ada 14 stand yang akan mengisi stand pameran dengan daerah masing-masing. Mereka masing-masing memiliki makanan khas sendiri, corak kain tenun sendiri dan juga kerajinan tangan yang berbeda.

Kemeriahan Festival Budaya Bumi Khatulistiwa ini cukup menyita banyak perhatian sehingga membuat acara ini selalu ramai dan dipadati pengunjung. Tidak ada tanggal pasti dalam pagelaran acara ini, namun biasaya festival diadakan di akhir tahun sekitar bulan September – November tergantung kesiapan panitia. 

Terkadang festival ini diadakan bertepatan dengan tanggal titik kulminasi yang terjadi di tugu khatulistiwa, yaitu tanggal dimana matahari berada ‘tepat’ diatas kepala kita yang menyebabkan tidak ada bayangan benda disekitar titik kulminasi tersebut. 

Dalam acara festival biasanya penjual-penjual yang tidak ‘resmi’ akan menjual barang/jasa yang dijualnya dengan harga yang lebih tinggi karena memanfaatkan moment dan lokasi jual mereka, misalnya parkir atau penjual-penjual minuman dan makanan ringan keliling, jadi berhati-hatilah jika akan membeli sesuatu.

Menemukan festival ini tentunya kita harus tahu terlebih dahulu kapan tepatnya acara festival akan berlangsung, kita dapat mencari informasinya dari iklan-iklan yang ada diberbagai media atau juga bisa menanyakan langsung via telepon ke dinas pariwisata Kalimantan Barat dengan nomer telepon 0561-742838 atau juga bisa mencari info lewat kenalan-kenalan yang ada di Pontianak. 

Hingga Festival Budaya Bumi Khatulistiwa yang ke-10, acara masih dapat dinikmati oleh masyarakat umum secara gratis kecuali jika ingin mendaftar menjadi peserta lomba maupun akan membeli beberapa barang di expo. Juga masih diadakan rutin berkala setiap 2 tahun pada tahun-tahun ganjil, 2011, 2009, 2007, dst. 

Meskipun ramai dipadati pengunjung namun keramaiannya tidak sampai membuat seluruh penginapan di kota Pontianak menjadi penuh, sehingga tidak begitu memerlukan persiapan yang matang. 

Pembukaan biasanya dilakukan di alun-alun Kapuas yang sangat mudah ditemukan karena cukup menjadi pusat kota Pontianak, untuk mencapainya dapat menggunakan angkutan umum maupun kendaraan pribadi, bagi wisatawan rombongan yang datang dari jauh dan tidak membawa kendaraan pribadi dapat menyewa mobil dengan harga mulai dari Rp 250.000 menyesuaikan kapasitas penumpang dan fasilitas yang disediakan. 

Jika anda menghadiri Pontianak disarankan mengunjungi juga tugu khatulistiwa yang hanya ada 1 di Indonesia. Dan sebelum pulang ke daerah asal bisa mencicipi dan membeli oleh-oleh di jalan Pattimura. So, enjoy your traveling.

*harga sewaktu-waktu dapat berubah.
sumber NN. 2014. Festival Budaya Bumi Khatulistiwa. (Online) http://jalan2.com/city/pontianak/festival-budaya-bumi-khatulistiwa/. Diakses : 20 Juni 2015.

Perayaan Cap Go Meh



Indonesia memiliki berbagai acara dari berbagai suku dan budaya yang tersebar di seluruh bumi Nusantara ini, dan acara tersebut merupakan acara rutin yang dilakukan tiap tahunnya, acara tersebut merupakan acara yang sudah terselenggara ribuan tahun lamanya dan terus bertahan serta dilestarikan oleh beberapa generasi penerusnya.

Perayaan tersebut dapat mengandung arti untuk menyambut tamu ataupun perayaan ucapan syukur. Salah satu perayaan di salah satu suku di Indonesia adalah perayaan Imlek yang dirayakan oleh warga Tiong Hoa di Indonesia.

Warga Tiong Hoa tersebar di beberapa pulau di Indonesia dan merayakan perayaan imlek ini tiap tahunnya dengan perayaan masing-masing yang berbeda.

Banyak kota-kota di seluruh Indonesia yang ditinggali oleh warga keturunan Tionghoa dan merayakan perayaan imlek tiap tahunnya dan salah satu kota tersebut adalah kota Pontianak yang terletak di provinsi Kalimantan Barat.

Perayaan Imlek di kota Pontianak meriah, karena masyarakat Tiong Hoa di kota Pontianak cukup banyak. Perayaan Imlek di kota Pontianak tidak hanya dirayakan oleh etnis Tiong Hoa saja namun penduduk pribumi pun juga ikut merayakannya, terlihat rasa solidaritas dan kekeluargaan di kota Pontianak ini.

Persiapan – persiapan sudah dilakukan oleh warga keturunan Tiong Hoa bila akan menyambut imlek, salah satunya adalah ritual cuci rumah, yang dilakukan seminggu sebelum perayaan imlek tiba, mereka melakukannya dengan bergotong royong membersihkan rumah dan sekitarnya.

Selain itu persiapannya lainnya adalah dengan menyajikan berbagai aneka buah di atas meja di rumah masing-masing warga keturunan Tiong Hoa. Jalan-jalan utama akan dipenuhi oleh berbagai arak-arakan ala tiongkok dan dirayakan dengan sangat meriah.

Di beberapa penginapan pun di dalam kota Pontianak juga tidak kalah dengan atribut imlek yang dipasang di lobby-loby hotel yang ikut serta menyemarakkan imlek, dan di beberapa jalan akan digantung lampion-lampion khas imlek yang berwarna merah berpadu warna kuning keemasan.

Pengunjung dapat ikut serta dan larut dalam perayaan ini karena dibeberapa tempat yang ada di pontianak disajikan beberapa menu khas tingkok yang sangat enak untuk dinikmati, harganya pun terjangkau dan berkisar antara Rp. 25.000 – Rp. 100.000 untuk makanan yang jarang dinikmati sehari-harinya.

Bagi para pengunjung bila ingin mengunjungi kota Pontianak akan lebih baik bila berkunjung atau berangkat dari kota anda ke kota ini seminggu atau 4 hari menjelang imlek karena pada saat imlek penginapan atau hotel akan naik tarifnya yang semula permalamnya seharga Rp 300.000 dapat menjadi Rp. 400.000 – Rp. 500.000 per malamnya.

Pengunjung juga dapat membeli souvenir atau cinderamata khas imlek di beberapa toko yang menjual pernak-pernik musiman seperti perayaan imlek ini ada yang impor dan ada pula yang buatan lokal.


Untuk barang impor tentu saja harganya akan lebih mahal dari harga barang lokal namun harga terebut dapat ditawar dengan sang penjual jadi untuk para pengunjung tidak perlu kuatir tidak akan mendapatkan cinderamata atau souvenir khas imlek karena akan sangat banyak dijual pada perayaan imlek di kota Pontianak ini.

Perayaan Imlek akan berakhir pada hari ke-15 dengan diadakannya perayaan Cap Go Meh. Cap Go Meh berasal dari kata Cap = sepuluh, Go = Lima, Meh = Malam, yang mempunyai arti perayaan yang berlangsung selama 15 hari.

Cap Go Meh ditandai dengan arak-arakan para Tatung menuju vihara, perayaan semacam ini dilakukan secara turun temurun sejak 200 tahun yang lalu. Arak-arakan Tatung akan mengelilingi kota sembari menggunakan tandu yang memiliki alas paku yang tajam.

Tatung biasanya akan mememarkan kekebalan tubuhnya dengan menusul mulut atau hidup dengan pisau yang tajam ataupun paku. Tatung sendiri adalah orang yang melakukan atraksi diatas tandu, atraksi tersebut adalah atraksi kekebalan.

Tatung yang melakukan atraksi tersebut tidak hanya berasal dari kota Singkawang melainkan dari berbagai daerah di Kalimantan Barat dan beberapa dari Pulau Jawa.

Sebelum Tatung melakukan atraksi kekebalan, pada hari ke -14 sehari sebelum perayaan Cap Go Meh berlangsung, Tatung menjalankan ritual tanda penghormatan yaitu dengan mengelilingi kota, mengunjungi setiap vihara dan berada di beberapa sudut kota, hal ini dimaksudkan untuk membersihkan kampung dari segala jenis bala atau penyakit.

Perayaan Cap Go Meh juga dirayakan dengan berbagai atraksi lainnya selain atraksi para Tatung, yaitu seperti menampilkan naga yang sangat panjang ataupun menampilkan tarian-tarian khas budaya tiongkok yang dipadukan dengan berbagai perhiasan ataupun baju khas dari daratan China dengan mayoritas warna merah berlapis warna kuning keemasan.

Bagi Para pengunjung atraksi ini dapat diabadikan dengan kamera, pada biasanya kita dapat melihat atraksi menarik ini pada saat Tatung melakukan atraksi kekebalan di jalanan kota Singkawang. Atraksi budaya ini juga membuat memperkaya bangsa Indonesia akan budaya yang terus berlangsung secara turun temurun.

Dengan adanya perayaan Imlek dan Cap Go Meh membuat wisatawan yang berkunjung di kota ini memperoleh sesuatu yang berharga yaitu selain dapat menikmati hidangan ala China juga dapat menikmati budaya yang berumur 200 tahun (Cap Go Meh).

Ikutlah serta untuk menikmati perayaan Imlek bila anda para traveler mengunjungi kota Pontianak pada saat perayaan Imlek sedang dilangsungkan dan nikmati suasana imlek yang berbeda dengan kota-kota lainnya di kota Pontianak ini.


sumber NN. 2015. Perayaan Imlek di Kota Pontianak. (Online) http://jalan2.com/city/pontianak/perayaan-imlek-di-kota-pontianak/. Diakses : 20 Juni 2015.

Festival Meriam Karbit

Festival Meriam Karbit di Taman Alun-Alun Kapuas
Seni permainan rakyat yang spektakuler olah masyarakat di sekitar Jembatan Sungai Kapuas Kota Pontianak menjelang malam lebaran Idul Fitri dan salah satu acara dalam menyambut acara Hari Ulang Tahun Pontianak.Dentuman dasyat festifal suara meriam dari dua sisi pinggriran sungau kapuas menjadi kebanggan pengunjung sebagai tanda berakhirnya masa Bulan Puasa.

Alkisah menurut sebagian para ahli sejarah, raja pertama Pontianak Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie ketika membuka lahan untuk bertempat tinggal di Pontianak sempat diganggu hantu - hantu. lalu Sultan kemudian memerintahkan pasukannya mengusir hantu - hantu itu dengan meriam. Pontianak sebenarnya adalah sebuah kota yang memiliki hantu Kuntilanak. karena pada dasarnya Pontianak berasal dari kata Bunting dan Anak, atau dalam bahasa malaysianya adalah Buntinganak. Ketika di zaman orde baru, perayaan meriam karbit dilarang dan baru kembali diadakan setelah era orde baru.

sumber NN. 2014. Festival Meriam Karbit. (Online) http://disbudparpontianak.blogspot.com/2014/07/festival-meriam-karbit.html/. Diakses : 20 Juni 2015.

Museum Negeri Pontianak

Museum Negeri Pontianak
Museum Kalimantan Barat – dikenal juga dengan nama Museum Negeri Pontianak karena berlokasi di Kota Pontianak sebagai ibukota dari Kalimantan Barat. Beragam koleksi seputar Kalimantan Barat dari beberapa masa, tersusun dengan baik di museum ini, apa lagi Museum Negeri Pontianak ini menjadi salah satu dari 5 museum terbaik Se-Indonesia.

Lokasi dan Akomodasi

Museum Negeri Pontianak, berlokasi di Jalan Jendral A. Yani, Pontianak. Anda bisa menggunakan beberapa opsi alat transportasi, baik kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum. 

Untuk kendaraan pribadi jika dari pusat kota Pontianak, berjalanlah ke arah barat menuju Jalan Merdeka, dari sini belok kiri lalu ke kanan selama melewati Jalan Kiyai Haji Wahid Hasyim. Ikuti jalan lurus selama melewati Jalan Ahmad Dahlan dan Jalan Jendral Ahmad Yani, museum ini ada di sebelah kanan, maka carilah tempat untuk berputar lalu anda akan sampai di Museum Negeri Pontianak.

Lalu, bagaimana jika anda tidak bisa menggunakan kendaraan pribadi? Jangan khawatir, anda bisa menggunakan angkutan kota (angkot) yang berwarna merah muda dengan jurusan Ahmad Yani. Cukup membayar Rp 2.500,- dan anda akan sampai ke museum ini. Untuk angkutan umum lainnya, anda bisa menggunakan taksi ataupun ojek, sebut saja ke museum negeri. Jika anda merasa lapar, di dalam halaman museum ini anda bisa menemukan sebuah rumah makan. Jadi jangan khawatir wisata sejarah anda terganggu dengan perut yang lapar.

Miniatur Museum Negeri Pontianak
Wisata

Sesuai namanya, museum ini menyimpan berbagai benda-benda bernilai historis yang ada di Provinsi Kalimantan Barat. Museum ini dibangun pada tahun 1975 dan berdiri di atas tanah seluas ± 3905 meter persegi, sedangkan luas lahan keseluruhan ± 28.167 meter persegi. Tetapi gedung ini baru difungsikan sebagai museum pada tanggal 4 Oktober 1983 dan baru diresmikan pada tanggal 2 April 1988 setelah dilakukannya penyempurnaan pada bangunan yang berarsitektur perpaduan antara gaya modern dan tradisional ini.

Jika anda ingin mengunjungi museum ini, datanglah pada hari selasa-kamis dari jam 08:00-16:00 atau pada hari jum’at-minggu dari jam 08:00-15:00. Untuk hari senin dan hari libur nasional lainnya, museum tidak beroperasi.

Museum Negeri Pontianak ini memiliki koleksi sekitar 5027 buah, di antaranya menyimpan beberapa koleksi berupa Etnografika, Historika,Teknologika, Filologika, Prasejarah, Keramologika dan beberapa miniatur yang berkaitan dengan sejarah dan budaya Kalimantan Barat. 

Untuk ruang pameran museum, ada tiga kategori ruangan. Yang pertama adalah ruangan pengenalan dimana menyimpan beberapa koleksi yang berbau geologi, hasil tambang dan artefak-artefak sejarah yang ada di Kalimantan Barat. Artefak tersebut kebanyakan berupa foto-foto. Nuansa historika juga hadir di ruangan ini dengan adanya pakaian-pakaian para raja dan bangsawan di masa kesultanan.

Sedangkan untuk ruang pameran yang kedua, menyimpan koleksi yang bernuansa etnografi. Tentu saja berkaitan dengan budaya tradisional Kalimantan Barat seperti etnografi suku Dayak dan kesenian tradisional pastinya. Tak hanya itu, peralatan rumah tangga tradisional yang berasal dari peradaban melayu pun tersimpan di ruangan ini.

Untuk ruangan pameran ketiga, menyimpan beragam koleksi berupa barang-barang keramik yang cukup terkenal di Kalimantan Barat. Keramik-keramik tersebut ada yang berasal dari penduduk lokal, ada juga yang berasal dari China dan Thailand.

Tak hanya ruangan pameran tetap tersebut yang ada di museum ini. Anda juga bisa menemukan ruang pameran temporer dan auditorium. Selain ruangan-ruangn itu, bagi anda yang ingin lebih mendalami sisi historis Kalimantan Barat, museum ini memiliki fasilitas yang tak kalah pentingnya dengan ruangan lain, yakni ruangan storage dan perpustakaan. Jadi, wisata sejarah anda tak sekedar melihat, tetapi anda juga bisa memahami benda-benda yang menjadi koleksi di museum ini.

Kelengkapan museum ini tidak sampai situ saja, taman yang ada di museum ini, sangat mempercantik suasana bangunan museum. Dengan dibuatnya parit-parit kecil serta jembatan kecil yang ikut melengkapi, tak jarang museum ini menjadi objek pengambilan foto bagi para penggemar fotografi, dan yang lebih fantastis lagi, taman ini memiliki beberapa minatur-miniatur yang erat dengan budaya dan sejarah. 

Misalnya Rumah Lanting yang menjadi rumah tradisional masyarakat Kalimantan barat, Miniatur Sandung dan Langun yang menjadi bangunan penting dalam prosesi kematian di suku Dayak, serta miniatur lain yang digunakan masyarakat tradisional seperti Dango, Langkau dan Pancar. Sedangkan miniatur yang berhubungan dengan industri tradisional masyarakat di antaranya adalah tungku pembakaran keramik dan alat press karet.

Miniatur yang ada di taman ini pun dilengkapi dengan adanya replika batu bertulis, atau lebih akrab disebut dengan prasasti. Di batu ini, terukir gambar berupa tanaman dan pedang. Ada juga ukiran-ukiran huruf pallawa yang berisi ajaran budha. Untuk benda aslinya, ada di desa Pait, kecamatan Nanga Mahap. Batu berukir ini diperkirakan merupakan benda peninggalan dari kerajaan Mulawarman.

Tips

1. Siapkan catatan agar kunjungan anda tak semata-mata melihat, tetapi juga memahami

2. Jangan ragu untuk bertanya pada petugas jika ada beberapa hal yang ingin anda pahami dari koleksi museum tersebut

3. Datanglah agak pagi agar anda leluasa untuk bertanya, karena belum banyak pengunjung yang datang

Kapan lagi mencoba salah satu museum terbaik di Indonesia ini? Jadi sempatkan waktu anda untuk melihat sisi historis provinsi Kalimantan Barat ini dengan mengunjungi Museum Negeri Pontianak, tak hanya wisata sejarah yang anda dapatkan, dengan fasilitas taman yang indah, anda juga bisa bersantai di halaman museum ini. Jadi, jangan ragu untuk datang ke Museum Negeri Pontianak untuk melengkapi liburan anda.

sumber NN. 2014. Museum Kalimantan Barat. (Online) http://jalan2.com/city/pontianak/museum-kalimantan-barat/. Diakses : 20 Juni 2015.

Rumah Melayu Kalimantan Barat



Rumah Adat Melayu Kalimantan Barat (Kalbar) ini terletak Komplek Perkampungan Budaya, Jalan Sutan Syahrir Kota Pontianak. Secara historis, pembangunan Rumah Adat Melayu ini dimulai dengan penancapan tiang pertama pada tanggal 17 Mei 2003 hingga selesai dibangun pada tahun 2005. Selanjutnya, pada tanggal 9 November 2005 Rumah Adat Melayu Kalbar diresmikan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Sejak diresmikan, bangunan berdiri diatas lahan seluas 1,4 Hektar ini menjadi pusat/tempat diselenggarakannya berbagai kegiatan, resepsi pernikahan maupun salah satu destinasi kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara. Hakikat rumah/ruang balai adalah tempat melakukan kegiatan bermasyarakat dan kegiatan sosial, termasuk tempat mengadakan musyawarah dan sebagainya. Ungkapan diatas memberi petunjuk, bahwa rumah/ruang balai melambangkan falsafah hidup gotong royong, senasib sepenanggungan dan kesetiakawanan sosial pada masyarakat Melayu, "Adat dijunjung, budaya disanjung". Rumah Adat Melayu juga berfungsi sebagai tempat musyawarah Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) yang berperan dalam menyelenggarakan berbagi event budaya Melayu di Kalbar, satu diantaranya adalah Festival Seni Budaya Melayu.


Seni arsitektur dan tipologi rumah tradisional Melayu adalah rumah panggung atau berkolong, dan memiliki tiang-tiang tinggi. Hal ini sesuai dengan iklim setempat serta kebiasaan yang sudah turun menurun. Tinggi tiang penyangga rumah sekitar dua sampai dengan dua setengah meter. Suasana didalam ruangan sejuk dan segar karena banyak memiliki jendela serta lubang angin (ventilasi). Berdasarkan bentuk atapnya, Rumah Adat Melayu Kalbar memiliki bentuk atap lipat kajang (rumah dengan atap curam) yang berbentuk segitiga dengan tinggi kira-kira 30 derajat, memiliki fungsi untuk menyaring udara panas agar tidak terperangkap di dalam ruangan rumah tersebut. Posisi bangunan ini tegak lurus menghadap jalan raya yang disebut dengan Rumah Perabung Melintang.Selain itu di bagian bawah terdapat kolong yang cukup tinggi. Khusus untuk ornamen bangunan ini merupakan perpaduan dari ornamen-ornamen dari keraton-keraton yang ada di Kalimantan Barat. Keindahan kawasan Rumah Adat Melayu semakin elok dengan adanya taman yang dihiasi dengan bunga yang tertata rapi. Tak sebatas itu saja, bangunan ini dihiasi dengan adanya air mancur yang indah dan bersih. 


Must To Do

Selain eksotisme arsitektur dan ornamen khas Rumah Adat Melayu Kalbar yang menarik untuk diabadikan, pesona kuliner khas Melayu juga dapat dinikmati pengunjung di kawasan ini. Di bagian bawah bangunan ini, tersedia Restoran yang menyediakan menu kuliner Khas Melayu Pontianak. Sesuai dengan konsepnya, resto ini juga didekorasi sedemikian rupa sehingga corak melayu tampak begitu kental. Kurang lebih 50 jenis masakan tersedia di resto ini. Menu spesialnya ada ikan asam pedas, ikan bakar, boto ikan tenggiri, pepes ikan kemangi. Sedangkan khas nusantara ada cah pakis, ayam bakar pandan, opor ayam kampung dan sambal petai ikan asin. Selain itu juga ada umbut kelapa, rebung, botok, lecak, pajri nanas. Cencalok, tempoyak, satur keladi, sayur asam. Kalau untuk minuman juga tersedia air rujak, air serbat dan jika dicampurkan dengan susu akan berubah sebutannya menjadi jadi strup. Hidangan resto ini memang dikenal dengan masakan khas melayu dan nusantara sejak 20 tahun yang lalu.Setiap harinya, menu makanan divariasikan agar fleksibel namun tetap memberikan sensasi khas Melayu Pontianak. Just try the typical cuisine of Malay Pontianak!


sumber Pontinesia. 2015. Rumah Melayu. (Online) http://pontinesia.com/index.php?destinasi&id=melayu. Diakses : 20 Juni 2015.

Rumah Radakng Kalimantan Barat

Rumah Radakng, itulah sebutan yang pantas untuk rumah adat terbesar di Indonesia bahkan di dunia dengan panjang 138 meter dan tinggi 7 meter sekaligus menjadi yang paling megah di Kalimantan, yang terletak di jalan Sutan Syahrir Kota Baru Pontianak.

Rumah Radakng (Radakng merupakan bahasa Dayak Kanayatn dalam Bahasa Indonesia berarti, rumah betang atau rumah panjang) merupakan simbol semangat kekeluargaan, persaudaraan, gotong royong dan kebersamaan masyarakat Dayak. Rumah Radakng Kalimantan Barat yang terletak di Komplek Perkampungan Budaya Jalan Sutan Syahrir Kota Baru Pontianak ini sudah diresmikan oleh Gubernur Kalbar, Drs. Cornelis, MH Selasa (02/07/13) lalu. Peresmian ini sebagai bentuk penyampaian informasi kepada khalayak ramai bahwa bangunan ini sudah bisa digunakan. Rumah Radakng ini dibangun sebagai upaya pengembangan dan pelestarian adat istiadat. Karena rumah panjang punya nilai strategis.


Rumah Radakng didesain untuk menampung sekitar 600 orang di ruang utama.Sementara itu,area halaman yang luas juga dapat digunakan untuk aktivitas budaya.Bangunan ini memiliki dua tangga utama yang terbuat dari kayu berukuran sangat besar dan panjang.Siapa saja yang melintasi kawasan ini akan terkesan dan terpesona dengan arsitektur Rumah Radakng nan indah dan megah. Visit this place and feel its luxury!


sumber Pontinesia. 2015. Rumah Radakng. (Online) http://pontinesia.com/index.php?destinasi&id=radakng/. Diakses : 20 Juni 2015.

Tugu Khatulistiwa

Kota Pontianak merupakan salah satu daerah yang dilalui oleh garis imajiner Khatulistiwa sehingga untuk menandainya, dibangunlah sebuah tugu yang diberi nama Tugu Khatulistiwa (Equator Monument). Tugu Khatulistiwa berlokasi tepat di Jalan Khatulistiwa, Kelurahan Siantan, Kecamatan Pontianak Utara, Provinsi Kalimantan Barat dan berada sekitar 5 Km dari pusat Kota Pontianak. Monumen ini menjadi salah satu ikon wisata Kota Pontianak dan seringkali dikunjungi masyarakat maupun wisatawan,baik dari dalam maupun luar negeri. Bagi para wisatawan yang telah berkunjung akan disediakan Piagam Perlintasan Khatulistiwa (Certificate of Equator Crossing) sebagai tanda telah melintasi Khatulistiwa di Kota Pontianak diatas garis 109 derajat 20'00" Bujur Timur



Secara historis, Tugu pertama dibangun pada tahun 1928 bersamaan dengan sebuah ekspedisi Internasional yang dipimpin oleh seorang ahli geografi berkebangsaan Belanda untuk menentukan garis imajiner Khatulistiwa. Saat itu, bangunannya masih sederhana, yakni berbentuk tonggak dengan anak panah.Tahun 1930, Tugu disempurnakan dengan menambahkan lingkaran pada anak panah. Penyempurnaan selanjutnya dilakukan pada tahun 1938 oleh arsitek Silaban. Baru pada tahun 1990, dengan niat untuk melindungi tugunya yang asli, Pemerintah Daerah Kota Pontianak berinisiatif membangun sebuah kubah. Kemudian, di atas kubah tersebut dibuat duplikat tugu dengan ukuran lima kali lebih besar dari ukuran tugu yang aslinya. Tugu asli saat ini dapat dilihat pada ruang bagian dalamnya (kubah. Bangunan tugu terdiri dari 4 buah tonggak kayu belian (kayu besi), masing-masing berdiameter 0,30 meter, dengan ketinggian tonggak bagian depan sebanyak dua buah setinggi 3,05 meter dan tonggak bagian belakang tempat lingkaran dan anak panah penunjuk arah setinggi 4,40 meter.

Kawasan Tugu Khatulistiwa diresmikan pada tanggal 21 September 1991. Selanjutnya, pada bulan Maret tahun 2005, sebuah tim dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengkoreksi lokasi titik nol garis Khatulistiwa. Setelah melalui serangkaian pengkajian yang mendalam, tim dari BPPT menyimpulkan bahwa posisi 0 derajat, 0 menit, dan 0 detiknya ternyata berada sekitar 117 meter ke arah Sungai Kapuas dari lokasi tugu yang sekarang ini.


What To Do & See

Garis khatulistiwa yang melewati Kota Pontianak merupakan satu-satunya garis Khatulistiwa di dunia yang persis membelah bumi secara horizontal menjadi belahan utara dan belahan selatan. Maka, berdiri di titik lintang nol derajat yang terdapat di tugu tersebut tentunya menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi para pengunjung. Uniknya, bangunan tugu ini terbuat dari kayu belian, bukan dari semen, sebagaimana bangunan tugu atau monumen pada umumnya. Pengunjung diperbolehkan melihat bangunan tugu asli, melihat dokumentasi sejarah pembangunan tugu dari awal berdirinya hingga sekarang ini, sehingga pengunjung dapat memperoleh pengetahuan dasar tentang ilmu bumi dan astronomi. Di kawasan Tugu Khatulistiwa juga tersedia toko souvenir, areal parkir yang luas dan aman serta pesona pemandangan Sungai Kapuas yang eksotik.

Peristiwa penting dan menakjubkan di sekitar Tugu Khatulistiwa adalah saat terjadinya titik kulminasi matahari, yakni fenomena alam ketika Matahari tepat berada di garis Khatulistiwayang bersiklus dua kali setahun. Pada saat itu posisi matahari akan tepat berada diatas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda dipermukaan bumi. Pada peristiwa kulminasi tersebut, bayangan Tugu Khatulistiwa akan "menghilang" beberapa detik saat diterpa sinar Matahari. Demikian juga dengan bayangan benda-benda lain disekitar tugu.Siklus yang terjadi pada tanggal 21-23 Maret dinamakan vernal equinox (titik pertemuan pertama) sebagai tanda awal musim semi, sedangkan siklus yang terjadi pada tanggal 21-23 September dinamakan autumnal equinox (titik pertemuan kedua) sebagai tanda awal musim gugur.

Meski hanya sekitar 5-10 menit, melihat langsung benda-benda yang berada di sekitar tugu tersebut tidak memiliki bayangan, tentu saja menimbulkan sensasi tersendiri yang sulit untuk dilukiskan bentuknya. Untuk merayakan dua momen tersebut, biasanya di kawasan tugu digelar Festival Kulminasi Matahari yang mencakup berbagai kegiatan, seperti atraksi kesenian tradisional daerah, pameran lukisan, kerajinan khas, kuliner dan lain sebagainya. Melalui event tahunan khas Kota Pontianak ini, tentu saja dapat menarik kedatangan wisatawan untuk merasakan sensasi berdiri tanpa bayangan dibawah terik matahari. Let's go ahead to Pontianak!


sumber Pontinesia. 2015. Tugu Khatulistiwa. (Online) http://pontinesia.com/index.php?destinasi&id=tugu. Diakses : 20 Juni 2015.